Pontianak, (fdki.iainptk.ac.id) 09 Juni 2026 – Suasana Ruang Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak berubah menjadi ruang strategis pada Selasa pagi (9/6/2026). Bertajuk Coffee Morning, puluhan pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan berkumpul tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk menyimak laporan penting dari dua agenda nasional yang baru saja diikuti oleh utusan FDKI, yaitu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) serta Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI) tahun 2026.
Kegiatan coffee morning yang berlangsung hangat namun serius ini dihadiri oleh Dekan FDKI, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Akademik, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh tenaga kependidikan (Tendik) FDKI IAIN Pontianak.
Acara dipandu secara profesional oleh Kepala Bagian Tata Usaha FDKI, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan dan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Dekan I. Puncak acara adalah pemaparan laporan hasil FORDAKOM dan PAMDI yang disampaikan oleh dua utusan FDKI.
Dua Utusan FDKI Paparkan Hasil Pertemuan Nasional di Ibu Kota Nusantara


Laporan disampaikan oleh Bapak Dr. Suhrawardi, M.Si (Kaprodi Manajemen Dakwah) dan Bapak Arief Adi Purwoko, S.Fil., M.Sc (Sekprodi Manajemen Dakwah). Keduanya baru saja kembali dari perjalanan dinas pada 2-7 Juni 2026 di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan.
“Pertemuan ini sangat bersejarah karena dilaksanakan di IKN yang baru. Banyak keputusan strategis yang akan mempengaruhi arah pengembangan fakultas dan prodi dakwah di seluruh Indonesia,” ujar Dr. Suhrawardi mengawali paparannya.
Empat Hasil Utama FORDAKOM dan PAMDI 2026
- Rumpun Ilmu Dakwah Tetap di Fakultas Dakwah dan Komunikasi: Keputusan penting pertama adalah bahwa rumpun keilmuan Dakwah dan Komunikasi Islam, termasuk seluruh program studi yang menjadi bagian di dalamnya, di lingkungan PTKI se-Indonesia, tetap berada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tidak ada penggantian nama fakultas. Keputusan selanjutnya diserahkan untuk dibahas dalam forum pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan mendesak dalam penyusunan kebijakan.
- PAMDI Rancang Kegiatan Terjadwal melalui DPW: Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI), sebagai asosiasi induk Program Studi Manajemen Dakwah se-Indonesia, akan merancang kegiatan terjadwal melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Barat, Tengah, dan Timur. Ini menjadi kabar baik bagi Prodi Manajemen Dakwah FDKI yang berada di wilayah Barat.
- Penandatanganan Kerja Sama dengan Dua Kampus: Telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara FDKI IAIN Pontianak dengan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, NAD. Kerja sama ini meliputi bidang akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
- Menyusul Kerja Sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Secara lisan, kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta telah disetujui oleh Ka. Prodi Magister Manajemen Dakwah, Dr. Cecep Castrawijaya, M.A. , dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan akademik dan penelitian, khususnya dengan Program Magister Manajemen Dakwah.
Dari hasil pertemuan tersebut, muncul saran dan tindak lanjut yang sangat strategis bagi FDKI:


Mengembangkan kelembagaan Ilmu Manajemen Dakwah kepada Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.
Segera dirancang naskah akademik yang spesifik dengan kebutuhan mitra industri, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap layanan haji dan umrah.
Pengajuan program studi baru populer, yaitu Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (Prodi MHU).
“Prodi ini sangat prospektif. Setiap tahun, jutaan umat Islam Indonesia menunaikan ibadah haji dan umrah. Mereka butuh manajer-manajer profesional yang memahami tata kelola perjalanan ibadah secara syariah dan administrasi yang baik. Ini peluang emas bagi FDKI,” tegas Arief Adi Purwoko.
Dekan FDKI: Kita Juga Siapkan Prodi Sosiologi Agama
Tidak berhenti di situ, Dekan FDKI, Dr. Yusriadi, MA, menambahkan bahwa pihaknya juga telah memikirkan rencana lain yang tidak kalah penting. Beliau mengusulkan agar FDKI mulai mempertimbangkan pembukaan Program Studi Sosiologi Agama.
“Jika memungkinkan, kita harus mengajukan Prodi Sosiologi Agama. Karena kita sudah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. Dosen-dosen kita yang berlatar belakang sosiologi, antropologi, dan ilmu sosial lainnya sangat mumpuni untuk mengampu prodi ini,” ujar Dr. Yusriadi disambut anggukan setuju para peserta.
Dekan menjelaskan bahwa Sosiologi Agama adalah prodi yang semakin dibutuhkan di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia. Kemampuan menganalisis fenomena keagamaan dari perspektif sosial menjadi keahlian yang langka namun sangat dicari, baik di lembaga penelitian, LSM, kementerian agama, maupun organisasi masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya diam. Dunia bergerak cepat, dan FDKI harus ikut bergerak. Prodi Manajemen Haji dan Umrah serta Sosiologi Agama adalah dua ikhtiar kita untuk merespons kebutuhan zaman,” tambahnya.
Suasana Coffee Morning: Santai namun Sarat Makna


Meskipun membahas agenda-agenda besar dan strategis, suasana Coffee Morning tetap berlangsung santai dan penuh kehangatan. Para peserta menikmati hidangan kopi dan kue sembari sesekali menyelipkan candaan ringan di sela-sela diskusi. Namun, fokus dan antusiasme tetap terjaga, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan masukan yang dilontarkan oleh para Kaprodi dan pejabat yang hadir.
“Saya sangat mengapresiasi format coffee morning ini. Kita bisa membahas hal-hal berat seperti perubahan fakultas, kerja sama nasional, hingga pembukaan prodi baru, tapi tetap dalam suasana yang nyaman dan kekeluargaan. Ini efektif dan menyenangkan,” ujar salah satu peserta.
Kesimpulan dan Harapan
Coffee Morning kali ini menghasilkan peta jalan yang jelas bagi pengembangan FDKI ke depan. Dengan mengantongi keputuan nasional dari FORDAKOM dan PAMDI, serta rencana pembukaan dua prodi baru yang prospektif, FDKI menunjukkan kesiapannya untuk melangkah lebih jauh sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kita sudah punya modal: SDM yang mumpuni, jejaring yang luas, dan dukungan penuh dari pimpinan. Sekarang saatnya kita bekerja keras merealisasikan semua rencana ini. Semoga FDKI semakin jaya dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tutup Dekan FDKI mengakhiri acara.
Humas FDKI IAIN Pontianak


