Pontianak, (fdki-iainptk.ac.id) 4 November 2026 – Ruang Rapat Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak dipenuhi suasana khidmat dan penuh semangat pada Rabu (4/11/2026). Bertempat di lokasi yang nyaman, digelar Pembukaan Diskusi Dosen dan Bedah Buku “Borneo Heritage Forum” FDKI IAIN Pontianak sekaligus Peringatan 1 Tahun “Borneo Heritage Forum” FDKI IAIN Pontianak. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk merayakan perjalanan satu tahun forum kajian warisan budaya Borneo, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun jejaring akademik, mendorong produktivitas karya ilmiah dosen, serta mengembangkan forum kajian dan riset kolaboratif yang relevan dengan dinamika masyarakat Borneo.

Acara yang dipandu oleh MC, Dr. Syarifah Fatimah, S.Kom., M.Kom. , ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Firdaus Achmad, M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak) dengan tema “Back to Nature: Perkuat Acohumanisme Guna Membalut Luka Semesta” , serta Muhammad Abdullah, KB., PA. dari Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) dengan tema “Mencari Makna dalam Kehidupan – Memahami Logotherapy, Penderitaan dan Tanggung Jawab Manusia” . Kegiatan ini dihadiri oleh para guru besar dan dosen IAIN Pontianak khususnya FDKI, tamu dari PEKA Malaysia, para pegawai dan tendik FDKI, serta mahasiswa FDKI IAIN Pontianak.

Dalam sambutannya, Ketua Borneo Heritage Forum FDKI Periode 2026–2030 menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemateri yang telah bersedia hadir dan berbagi ilmu, serta kepada seluruh peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa FDKI. Beliau menegaskan bahwa BHF menjadi forum eksistensi para dosen dalam menulis dan mempublikasikan tulisannya, sejalan dengan visi dan misi IAIN Pontianak dan fakultas. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan I FDKI, Dr. Hesty Nurrahmi, S.Pd., M.Pd. , yang mewakili Dekan FDKI. Beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pemateri dan peserta, serta apresiasi kepada Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) yang telah bersedia hadir dan menerima mahasiswa FDKI untuk melaksanakan PKL di Malaysia. “Semoga Borneo Heritage Forum menjadi sarana bagi para dosen dalam mendiskusikan hasil tulisannya dan dapat mempublikasikannya. BHF baru satu tahun, tetapi bukan hanya milik FDKI, tetapi sudah merambah ke fakultas lain yang aktif mengikuti forum ini,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum. , yang mewakili Rektor IAIN Pontianak sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Rektor terhadap kegiatan ini. “Alhamdulillah jika FDKI sudah mampu melanjutkan diskusi ilmiah hari ini. Insya Allah Rektor sangat mendukung. Terima kasih kepada seluruh hadirin dan khususnya PEKA Malaysia yang bersedia hadir dan menerima mahasiswa kami,” ujarnya. Dalam pesannya sebagai dosen senior, beliau menekankan pentingnya perubahan mental dalam menyongsong transformasi IAIN Pontianak menuju UIN. “Jika kita bertransformasi menjadi UIN, maka mental kita juga harus berubah. Kita bersama-sama bergandengan tangan untuk menjadikan kampus kita yang selalu dilirik oleh masyarakat. Mental seorang pejuang harus ada di diri kita dan mahasiswa agar transformasi kita berjalan dengan baik,” tegasnya. Beliau juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Borneo Heritage Forum dan secara resmi membuka kegiatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengalungan nama tag anggota Borneo Heritage Forum yang dilakukan oleh Dr. Firdaus Achmad kepada salah satu anggota BHF, yaitu Dr. Hesty Nurrahmi, S.Pd., M.Pd. , sebagai simbol penerimaan dan kebersamaan anggota forum. Acara pembukaan kemudian ditutup oleh MC. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, dengan antusiasme peserta yang sangat baik. Hasilnya sangat memuaskan, menandai satu tahun perjalanan Borneo Heritage Forum sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Borneo, serta menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan forum kajian dan riset kolaboratif yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan, model dakwah, dan strategi pelestarian budaya yang relevan dengan dinamika masyarakat Borneo. Selamat ulang tahun Borneo Heritage Forum, semoga terus menjadi cahaya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya di IAIN Pontianak.

Humas FDKI IAIN Pontianak