Kuala Lumpur, (fdki-iainptk.ac.id) 26 September 2026 – Persoalan bullying tidak hanya berkaitan dengan perilaku disiplin, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis, hubungan sosial, serta proses pembelajaran korban. Hal tersebut menjadi perhatian dalam International Workshop: Intervensi Buli 2026 yang mempertemukan akademisi dan praktisi dari Indonesia dan Malaysia pada Sabtu, 26 September 2026, secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini mengangkat tema “Different People, Same Rights, A Kinder World” dan diikuti oleh peserta dari kalangan konselor, guru BK, pendidik, mahasiswa, serta pihak yang berkaitan dengan kesejahteraan psikososial. Workshop tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pemahaman kasus bullying, asesmen, pemetaan risiko, pemulihan korban, hingga intervensi terhadap siswa yang melakukan bullying.

Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) FDKI IAIN Pontianak turut ambil bagian dalam kegiatan internasional ini. Dua dosen BKI FDKI IAIN Pontianak, yaitu Dr. Hj. Fauziah dan Barriyati, M.Pd , dipercaya sebagai narasumber yang membawakan materi dalam workshop tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya membanggakan fakultas, tetapi juga menunjukkan eksistensi BKI FDKI IAIN Pontianak di kancah internasional. Dalam keterangannya, Barriyati, M.Pd menekankan bahwa bullying merupakan persoalan yang telah berlangsung lama dan perlu mendapat perhatian masyarakat. “Dampak bullying bukan hanya secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental korban sehingga proses pemulihannya membutuhkan waktu. Pentingnya edukasi sejak dini serta kemampuan mengenali indikasi bullying sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Hj. Fauziah menjelaskan bahwa asesmen menjadi langkah awal penting dalam penanganan bullying karena dapat membantu mengetahui bentuk dan tingkat bullying yang terjadi. Ia menyoroti pentingnya ketepatan dalam mengategorikan tingkat kasus agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi di sekolah. “Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, para pendidik dan konselor, khususnya guru BK, mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying di sekolah serta tahapan tindakan yang tepat untuk memberikan pemulihan kepada korban dan melakukan pencegahan,” ujarnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Gina Nuraini, pembacaan doa oleh Ahmad Fadhaillah, serta sambutan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bone, Prof. Dr. Ruslan, dan trainer PEKA Malaysia, Muhammad Saffuan. Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara IAIN Bone dan PEKA Malaysia.

Memasuki sesi materi, Dr. Jaja Suteja membawakan topik “Advanced Understanding & Bullying Case Formulation”, kemudian Dr. Hj. Fauziah menyampaikan materi “Bullying Assessment & Risk Triage; Immediate Bullying Intervention Protocol”. Sementara itu, Barriyati membahas “Evidence-Based Intervention Lab I: Victim Recovery” dan “Lab II: Intervention for Students Who Bully”. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan Case Conference Challenge untuk membantu peserta menerapkan pemahaman melalui pembahasan kasus. Kegiatan ini turut memberikan penguatan bagi mahasiswa dan akademisi Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) untuk memahami bahwa penanganan bullying membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada pemulihan korban, pencegahan, serta pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing kasus.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup oleh Gina Nuraini setelah berlangsung selama kurang lebih delapan jam. International Workshop Intervensi Buli 2026 diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi Indonesia-Malaysia sekaligus memperkuat kompetensi pendidik, konselor, dan mahasiswa BKI dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, peduli, dan bebas dari bullying. Partisipasi dosen BKI FDKI IAIN Pontianak dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam mengembangkan keilmuan bimbingan dan konseling Islam yang berdaya saing global, serta memperkuat peran BKI dalam menjawab tantangan sosial di era modern.

Penulis & Kontributor: Mahasiswa PKL di PEKA Malaysia (Mahasiswa BKI FDKI IAIN Pontianak)
Editor: Humas BKI FDKI IAIN Pontianak


