Sarawak, (fdki-iainptk.ac.id) 6–12 September 2025 – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Nur ‘Atira, mahasiswi KPI IAIN Pontianak, bersama beberapa rekannya dari Pontianak dan Sambas, dipercaya mewakili Indonesia dalam kegiatan Kembara Segulai Sejalai Belia Sarawak 2025 yang diselenggarakan oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) Sarawak. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 12 September 2025 ini menjadi pengalaman internasional yang berharga dalam memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring persaudaraan antarnegara.
Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan pemuda lintas negara, memperluas wawasan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, membangun keakraban yang menarik, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan melalui kegiatan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. Fokus kegiatan meliputi dakwah, pertukaran budaya, wawasan kebangsaan, interaksi sosial, kepemimpinan pemuda, dan penguatan persaudaraan antara Indonesia, Malaysia, dan Prancis. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemuda dari Indonesia dan Malaysia, termasuk peserta dari berbagai daerah di Sarawak serta peserta internasional dari Prancis. Kegiatan juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, pejabat setempat, perwakilan kementerian terkait, dan pengurus ABIM Sarawak, dengan Bang Zharif selaku Ketua Umum ABIM Sarawak turut terlibat dalam pengarahan kegiatan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Sarawak, Malaysia, ini dirancang dengan konsep “satu hari satu daerah” , mulai dari Kuching, Sri Aman, Bintangor, Kanowit, Mukah, Bintulu, hingga Miri. Di setiap daerah, peserta mengikuti berbagai perlombaan yang beragam, kegiatan wawasan kebangsaan, kunjungan sekolah, interaksi dengan masyarakat, kegiatan keagamaan, gotong royong, pertukaran budaya, serta permainan dan pertunjukan kelompok. Wilayah-wilayah tersebut dipilih sebagai bagian dari rangkaian program untuk mengenal keberagaman budaya masyarakat Sarawak, menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat, serta melaksanakan kegiatan sosial dan kepemudaan secara langsung. Sambutan dan pengarahan dari penyelenggara serta tokoh setempat pada sejumlah lokasi kunjungan menekankan pentingnya persaudaraan, kolaborasi pemuda, dan hubungan baik antarnegara.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi melalui keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan, kerja sama antarkelompok, pertunjukan seni, serta interaksi dengan anak-anak dan masyarakat setempat. Suasana kebersamaan terbangun dengan baik selama rangkaian program berlangsung. Kegiatan ini merupakan program kepemudaan lintas negara yang dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun hubungan persaudaraan antarnegara serta memberikan ruang bagi pemuda untuk belajar, bertukar pengalaman, mengenal budaya, dan berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan sosial. Pengalaman tersebut sangat relevan dengan kompetensi mahasiswa KPI dalam membangun hubungan dan menyampaikan pesan kepada masyarakat yang beragam.
Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman berharga bagi mahasiswa KPI IAIN Pontianak, mulai dari peningkatan wawasan internasional, keterampilan komunikasi lintas budaya, kerja sama, hingga kepedulian sosial. Partisipasi Nur ‘Atira dan rekan-rekan dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FDKI IAIN Pontianak mampu bersaing dan berperan aktif di tingkat global. Prestasi dan pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, memperluas wawasan, dan mengharumkan nama almamater di kancah nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi Prodi KPI IAIN Pontianak sebagai program studi yang unggul dan berdaya saing global.
Humas FDKI IAIN Pontianak


