Pontianak, (fdki.iainptk.ac.id) Senin, 06 Mei 2026 – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Halaman Rektorat IAIN Pontianak pada Senin pagi (6/5/2026). Seluruh pegawai di lingkungan IAIN Pontianak mengikuti Apel Pagi Rutin yang diselenggarakan setiap hari Senin. Bertindak sebagai Pembina Apel pada kesempatan ini adalah Ibu Suyati, S.Ag, Kepala TU Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak.
Dalam amanatnya, Ibu Suyati menyampaikan berbagai pesan dan kesan mendalam mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, etika, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Beliau mengawali sambutannya dengan mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap IAIN Pontianak. Oleh karena itu, setiap pegawai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan tersebut melalui kinerja yang optimal dan sikap yang profesional.

Berikut adalah enam poin penting yang disampaikan oleh Ibu Suyati, S.Ag dalam amanatnya:
1. Ketepatan Waktu Kehadiran di Kantor
Ibu Suyati menekankan bahwa ketepatan waktu adalah bentuk penghormatan kepada rekan kerja dan mahasiswa yang mengharapkan layanan. Beliau menjelaskan bahwa keterlambatan sekecil apapun akan berdampak pada kerja tim secara keseluruhan.
“Ketika kita datang tepat waktu, kita menghargai orang lain yang sudah datang lebih awal. Layanan kepada mahasiswa dan masyarakat tidak boleh terhambat hanya karena ketidaksiapan kita,” ujarnya.
2. Kehadiran dan Tanggung Jawab
Poin kedua yang disoroti adalah prosedur izin ketidakhadiran. Ibu Suyati menegaskan bahwa setiap izin harus melalui prosedur yang benar. Absensi tanpa keterangan merupakan salah satu bentuk pelanggaran disiplin yang tidak dapat ditoleransi.
“Kursi di tempat kerja yang kosong tanpa keterangan adalah satu pelayanan yang tertunda. Ingatlah bahwa ketidakhadiran kita berdampak langsung pada orang lain yang membutuhkan,” tegasnya.
3. Etika dan Etos Kerja
Dalam arahannya, Ibu Suyati mengajak seluruh pegawai untuk menggunakan jam kerja dengan baik dan fokus pada tugas pokok masing-masing. Beliau secara tegas melarang penggunaan waktu kerja untuk kepentingan pribadi, termasuk bermain game secara berlebihan di tempat kerja.
“Bermain game yang berlebihan di jam kerja adalah bentuk penghianatan kecil terhadap budaya kerja kita. Jangan biarkan hal sepele merusak integritas kita sebagai abdi masyarakat,” pesannya dengan nada tegas namun penuh kepedulian.
4. Sikap dan Perilaku
Mengenai penampilan, Ibu Suyati mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakan merupakan salah satu identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari IAIN Pontianak. Beliau meminta seluruh pegawai untuk memakainya dengan rasa bangga dan penuh tanggung jawab.
“Apa yang kita lakukan di luar kampus, bagaimana kita bersikap dan berpakaian, itu semua mencerminkan nama baik organisasi, yaitu institusi IAIN Pontianak. Jadilah duta yang baik di mana pun berada,” pesannya.
5. Kepatuhan terhadap Aturan
Ibu Suyati juga menyampaikan pentingnya memandang peraturan bukan sebagai beban, melainkan sebagai panduan yang menjaga kita tetap pada jalur yang benar. Beliau menegaskan bahwa aturan berlaku untuk semua pihak tanpa pengecualian, mulai dari pegawai yang paling rendah hingga ke pucuk pimpinan.
“Aturan ada untuk melindungi kita semua. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang kebal aturan. Mari kita jadikan kepatuhan sebagai budaya, bukan keterpaksaan,” ungkapnya.
6. Pimpinan Teladan
Poin terakhir yang disampaikan adalah ajakan kepada seluruh pimpinan di setiap unit untuk menjadi pimpinan teladan. Ibu Suyati menekankan bahwa disiplin dimulai dari atasan. Sulit rasanya meminta bawahan untuk disiplin, tepat waktu, serta menaati aturan, jika pimpinan sendiri sering terlambat dan tidak tepat waktu.
“Seorang pimpinan adalah cerminan bagi bawahannya. Jika pimpinan disiplin, maka bawahannya akan mengikuti. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari level paling atas hingga paling bawah, untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang unggul,” pungkasnya.
Penutup Pesan dan Kesan
Sebagai penutup amanatnya, Ibu Suyati, S.Ag menyampaikan pesan terakhir yang menurutnya paling penting untuk direnungkan seluruh peserta apel. Beliau menegaskan bahwa pelayanan yang terbaik adalah bentuk ibadah dan jalannya disiplin. Tanpa disiplin yang konsisten, pelayanan prima hanyalah slogan tanpa makna. Begitu pula sebaliknya, ketika setiap pegawai disiplin dalam waktu, tanggung jawab, etika, sikap, dan kepatuhan terhadap aturan, maka secara otomatis pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat akan berjalan dengan optimal, cepat, dan penuh integritas. Kesan mendalam yang tertinggal dari amanat ini adalah bahwa disiplin bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan utama menuju keunggulan institusi. Mari kita jadikan setiap detik jam kerja sebagai bukti nyata bahwa IAIN Pontianak hadir untuk melayani, bukan sekadar hadir untuk dihitung.
Harapan ke Depan
Dengan terselenggaranya apel pagi rutin ini, diharapkan seluruh sivitas akademika IAIN Pontianak semakin termotivasi untuk meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Ibu Suyati, S.Ag diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa pelayanan prima dan reputasi institusi dibangun oleh komitmen kolektif setiap individu.
“Semoga apa yang kita mulai hari ini melalui disiplin dan kebersamaan ini menjadi berkah dan membawa IAIN Pontianak menuju institusi yang unggul, berintegritas, dan diandalkan oleh masyarakat,” tutup Ibu Suyati dalam suasana haru penuh semangat.
Humas FDKI IAIN Pontianak





