Pontianak, 15 Juli 2026 – Suasana akademik yang dinamis dan penuh semangat menyelimuti Ruang 310 Tower C Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak pada Rabu (15/7/2026). Bertajuk Diskusi Ilmiah Mahasiswa FDKI IAIN Pontianak, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa lintas program studi untuk bertukar gagasan, menguatkan budaya diskusi akademik, serta merumuskan rekomendasi bagi kemajuan fakultas. Mengusung tema besar “Transformasi Dakwah Berbasis Inovasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Masyarakat”, diskusi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai prodi di lingkungan FDKI, yaitu Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Manajemen Dakwah (MD). Tidak ketinggalan, pengurus DEMA FDKI, pengurus HMPS dari ketiga prodi, serta perwakilan Rumah Literasi turut hadir memeriahkan kegiatan. Kehadiran lintas elemen ini menjadikan diskusi semakin kaya akan perspektif dan ide-ide segar.

Kegiatan pembukaan diawali dengan penampilan MC dari perwakilan mahasiswa yang dengan lincah memandu jalannya acara. Suasana semakin khidmat ketika pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilantunkan oleh perwakilan mahasiswa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh perwakilan mahasiswa lainnya. Rangkaian pembukaan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak, yaitu Dr. Yusriadi, MA selaku Dekan FDKI, Dr. H. Udi Yuliarto, Lc., MA selaku Wakil Dekan I, Dr. H. Ahmad Jais, M.Ag selaku Wakil Dekan II, Dr. H. Yapandi, M.Pd selaku Wakil Dekan III sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, serta Hj. Suyati, S.Ag selaku Kepala Bagian Tata Usaha FDKI. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen penuh FDKI dalam mendukung pengembangan budaya akademik dan diskusi ilmiah di kalangan mahasiswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. H. Yapandi, M.Pd., selaku Wakil Dekan III sekaligus Ketua Panitia Kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Terima kasih kepada pimpinan, panitia, dan para peserta yang telah hadir. Hari ini kita berkumpul untuk berdiskusi, karena diskusi adalah jembatan kita menghadapi perkembangan zaman,” ujar Dr. Yapandi. Beliau menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif dalam kehidupan, termasuk dalam dakwah. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi, tetapi juga harus cerdas dalam menyikapinya. “AI adalah perkembangan zaman. Kita tidak boleh tertinggal dari dunia luar. Tapi kita juga harus cerdas dalam melihat perkembangan IT, apalagi dalam menyampaikan ilmu dakwah. AI harus kita imbangi dengan keyakinan yang kuat dan prinsip-prinsip Islam yang baik,” tegasnya. Dr. Yapandi juga mengingatkan pentingnya etika dalam berdiskusi. “Berdebatlah dengan cara yang terbaik. Diskusi yang sehat adalah diskusi yang menghargai perbedaan dan mencari kebenaran bersama. Semoga diskusi kita hari ini menjadi diskusi yang berkelanjutan dan melahirkan banyak manfaat,” pungkasnya

Acara dilanjutkan dengan sambutan meriah dari Dekan FDKI, Dr. Yusriadi, MA, yang secara resmi membuka kegiatan Diskusi Ilmiah Mahasiswa FDKI. Dengan gaya bicara yang khas dan penuh semangat, beliau menyampaikan sejumlah pesan penting yang menggugah seluruh peserta yang hadir. “Diskusi Ilmiah itu berbeda dengan ngomong biasa. Diskusi ilmiah adalah ruang untuk menguji gagasan, mengasah nalar, dan membangun peradaban,” ujar Dr. Yusriadi mengawali sambutannya. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa yang hebat adalah mereka yang aktif dalam diskusi ilmiah. “Agar menjadi mahasiswa yang hebat, kalian harus hadir dalam forum-forum diskusi. Jadilah mahasiswa yang suka dengan diskusi ilmiah. Karena di sanalah kalian menempa diri menjadi pemikir kritis dan solutif,” tambahnya. Dekan juga menyoroti pentingnya AI di era saat ini. “Orang yang meninggalkan AI akan menjadi orang yang hilang di tengah zaman yang serba AI. Tapi ingat, teknologi hanyalah alat. Manusia tetap yang menentukan arah dan tujuan,” jelasnya. Pesan terakhir yang disampaikan Dr. Yusriadi menjadi catatan penting bagi seluruh peserta. “Kalau berdiskusi, jangan menyerang. Diskusi yang ilmiah itu tidak menyerang orang lain. Kita berdebat untuk mencari kebenaran, bukan untuk menjatuhkan. Mari kita jaga adab dan etika dalam setiap diskusi,” tegasnya. Dengan penuh semangat, Dr. Yusriadi kemudian secara resmi membuka Diskusi Ilmiah Mahasiswa FDKI IAIN Pontianak, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Dengan dibukanya kegiatan ini secara resmi, diharapkan Diskusi Ilmiah Mahasiswa FDKI dapat menjadi tradisi akademik yang terus berlanjut. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Dr. H. Yapandi, semoga diskusi hari ini menjadi diskusi yang berkelanjutan dan melahirkan banyak manfaat bagi seluruh civitas akademika FDKI. Dekan FDKI, Dr. Yusriadi, MA, juga berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya diskusi ilmiah sebagai sarana pengembangan diri dan kontribusi bagi fakultas. FDKI ini milik kita bersama. Mari kita rawat, kita majukan, dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan akademik yang bermakna. Diskusi ilmiah hari ini adalah salah satu bukti bahwa mahasiswa FDKI adalah mahasiswa yang hebat. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto dokumentasi bersama para pimpinan dan peserta sebagai kenang-kenangan. Selanjutnya, acara akan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Keynote Speaker dan diskusi kelompok mahasiswa lintas prodi.

Humas FDKI IAIN Pontianak