Pontianak, (fdki-iainptk.ac.id) 5 Oktober 2026 – Ruang Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam dunia kajian warisan budaya Borneo. Pada Senin (5/10/2026), digelar rapat pembentukan struktur kepengurusan dan program kerja Borneo Heritage Forum (BHF) FDKI IAIN Pontianak. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berakhirnya masa kepengurusan BHF periode sebelumnya, sehingga diperlukan regenerasi kepemimpinan untuk memastikan keberlanjutan program-program forum yang telah menjadi wadah kajian dan publikasi ilmiah bagi para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FDKI.

Kegiatan yang berlangsung di ruang dekanat yang strategis dan tenang ini dipandu dan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FDKI, Dr. Hesty Nurrahmi, S.Pd., M.Pd. Turut hadir dalam kesempatan tersebut para Wakil Dekan, Kabag TU FDKI, Koordinator Pusat Penjaminan Mutu, seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta beberapa dosen FDKI IAIN Pontianak. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan Borneo Heritage Forum sebagai salah satu motor penggerak kajian keilmuan dan publikasi di lingkungan fakultas. Acara berlangsung dengan baik dan lancar, memantik banyak diskusi konstruktif dari para peserta yang antusias memberikan saran dan ide.

Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah hasil penting yang menjadi arah baru Borneo Heritage Forum ke depan. Dr. Juniawati, S.Sos.I., M.Soc.Sc. terpilih sebagai Ketua Borneo Heritage Forum tahun 2026 yang mana sebelumnya beliau menjabat sebagai sekretaris BHF dan bu Dr. Patmawati, M.Ag yang sekarang menjabat sebagai Dekan FDKI adalah ketua BHF sebelumnya. Kemudian Dr. Amalia Irfani, S.Sos.I., M.Si sebagai Sekretaris yang baru. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat menjalankan dan merealisasikan seluruh program BHF dengan lebih baik dan berkelanjutan. Selain itu, disepakati pula bahwa ke depan Borneo Heritage Forum akan membangun kerja sama dengan Rumah Jurnal IAIN Pontianak terkait publikasi artikel hasil presentasi di forum tersebut. Setiap kegiatan BHF diharapkan menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi, baik berupa Jurnal Ilmiah, Book Chapter, maupun Buku Bunga Rampai. Untuk struktur kepengurusan lainnya, diserahkan sepenuhnya kepada ketua terpilih untuk disusun dan ditetapkan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FDKI IAIN Pontianak dalam memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan fakultas. Borneo Heritage Forum diharapkan terus menjadi ruang bagi para akademisi untuk mengkaji, mendokumentasikan, dan mempublikasikan berbagai aspek warisan budaya Borneo, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya. Dengan terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr. Juniawati, semangat baru dan komitmen untuk terus berkarya dan menghasilkan publikasi berkualitas menjadi harapan besar seluruh sivitas akademika FDKI IAIN Pontianak.

Humas FDKI IAIN Pontianak