Pontianak, 30 Agustus 2026, Di tengah kepungan kabut asap yang mulai menyelimuti langit Pontianak, kepedulian tak hanya datang dari seruan resmi. Sepasang demi sepasang Duta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) 2026 turun ke jalan, menyapa langsung masyarakat dengan satu misi mulia: melindungi napas mereka. Aksi sosial ini berlangsung di Simpang Empat Ahmad Dahlan, Minggu (30/8/2026), di titik yang menjadi salah satu jalur tersibuk kota.

Di saat kualitas udara Pontianak kian memprihatinkan dan imbauan pemerintah untuk mengenakan masker serta mengurangi aktivitas luar ruangan telah digaungkan menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan para duta merasa gerakan kecil namun nyata sangat dibutuhkan. Mereka tak sekadar membagikan masker, tetapi juga menyampaikan pesan, “Jaga kesehatan, jaga sesama,” kepada setiap pengendara yang berhenti sejenak di perempatan lampu merah.

Aksi simbolis ini diisi oleh sepuluh duta yang hadir dari berbagai kategori dan program studi: Surahman dan Tiana Rasika Amanda (Duta FDKI), Gustomi Arifin dan Safitri (Duta Dakwah Inspiratif), Syarif Syafiq Thahir dan Nila Rosniati (Duta KPI), Asraf Aji Nabawi dan Nila Meysa Alia Putri (Duta BKI), serta Jul Fiansyah dan Vina Amelia Yuliandy (Duta MD). Mereka bersatu, melintasi sekat kategori, untuk satu tujuan kemanusiaan.

Bukan tanpa alasan. Hanya sehari sebelumnya, Pantauan RRI mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pontianak menyentuh angka 477 masuk dalam kategori berbahaya. Konsentrasi partikel halus PM2,5 bahkan menjadi parameter kritis yang mengancam kesehatan. Maka, langkah kecil membagikan masker menjadi tameng pertama bagi mereka yang tetap harus berjuang di luar ruangan.

Lebih dari sekadar aksi kemanusiaan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang kolaborasi dan penguatan solidaritas di antara para duta. Lima pasangan dari latar belakang keilmuan yang berbeda bersinergi, bahu-membahu, menunjukkan bahwa mahasiswa hadir bukan hanya di ruang kuliah, tetapi juga di tengah riuh kota yang membutuhkan.

Dengan semangat berbagi yang membara di tengah asap, Duta se-FDKI 2026 berharap gerakan ini menjadi awal dari berbagai aksi nyata lainnya. Mereka ingin terus hadir, terus peduli, dan terus menebar manfaat sesuai dengan denyut kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitar. Karena bagi mereka, kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan bersama, akan terasa besar dampaknya.

Penulis : Jul Fiansyah (Duta manajemen dakwah 2026)

Editor: Humas FDKI IAIN Pontianak